Taman Strawbery

Selasa, 12 Januari 2010




Wisata petik strawberry saat ini merupakan wisata yang sangat digemari oleh wisatawan.



Strawberry merupakan produk agrowisata unggulan dari kabupaten Bandung, khususnya di daerah Ciwidey. Di daerah ini terdapat banyak sekali kebun strawberry tradisional sampai dengan kebun dengan pengelolaan profesional. Anda bebas memilih kebun mana yang anda senangi dan memetik sendiri langsung.



Traveler Tips : Strawberry kualitas baik justru terdapat di luar musim hujan, karena sifatnya yang mudah rusak / busuk jika sering terkena air hujan. Apabila anda berkunjung di saat musim hujan, sebaiknya memilih kebun strawberry yang tertutup / menggunakan green house.

Kebun stroberi yang bisa Anda jumpai di dataran tinggi ini tampak sangat memikat. Warna daunnya yang menghijau dan buah warna merah yang menjulur ke bawah membuat Anda semakin betah memetiknya.

Waktu yang paling tepat untuk memetik stroberi adalah di pagi hari karena jika sudah siang maka stroberi sudah habis dipetik tamu-tamu yang lain.


Untuk stroberi petik sendiri ada kebun yang meminta Rp. 2.000-Rp. 5.000 untuk karcis masuk sementara untuk stroberi yang Anda petik sendiri biayanya Rp. 35.000-Rp. 50.000 / kg.

Tempat memetik stroberi di Bandung terletak di daerah atas seperti Ciwidey, Lembang, Cihanjuang dan Cihideung.

Sabda ALam

Minggu, 10 Januari 2010



Taman Air Sabda Alam terletak di kota Garut tepatnya di Jl. Raya Cipanas. Jika anda menelusuri sepanjang Jalan Cipanas dari arah Tarogong Garut maka yang pertama kali anda akan ditemui adalah Hotel Sabda Alam. Untuk menuju Taman Air Sabda Alam anda tinggal masuk ke area parkir Hotel kemudian terus menuju belakang Hotel Sabda Alam, disana anda akan menemukan kembali tempat parkir yang luasnya 6 kali lipat luas parkir Hotel Sabda Alam. Posisi Taman Air Sabda Alam ini memang terletak di belakang Hotel Sabda Alam.

Taman Air ini dibuka pada akhir tahun 2007, dan mulai resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan pada 9 Agustus tahun 2008.

Sejak dibuka untuk umum hingga sekarang, Taman Air Sabda Alam ini selalu dibanjiri pengunjung baik dari dalam kota maupun luar kota.

Hal ini dikarenakan Taman Air Sabda Alam tidak pernah berhenti berinovasi untuk menghadirkan wahana-wahana baru di Taman Air.

Seperti tampak pada gambar di sebelah, di Taman Air Sabda Alam ini terdapat Nampan Tumpah dimana air yang nantinya tumpah yaitu berupa air hangat, sehingga pengunjung yang ada di bawahnya tidak akan merasa kedinginan disiram oleh air sebanyak ember raksasa ini.
Taman Air Sabda Alam ini merupakan satu-satunya Taman Air di Indonesia yang menggunakan air panas alami.


erdapat banyak Sliding/prosotan yang ada di Taman Air Sabda Alam ini. Mulai dari yang pendek sampai yang panjang, mulai dari yang lurus sampai yang berkelok-kelok seperti Twister.

Gambar di sebelah kanan merupakan gambar prosotan Twister dimana pada pertengahan prosotan kita akan dibawa berputar-putar sejenak sebelum akhirnya meluncur lagi ke kolam.

Wahana-wahana lainnya yang ada di Taman Air Sabda Alam yaitu ada Sepak Bola Pasir, Flying Fox, Jet Ski, Canoe, dan yang terbaru menghadirkan wahana Water Ball yaitu suatu Balon Raksasa yang mengambang di atas air dimana kita bisa memasuki balon tersebut dan berjalan-jalan di dalamnya.
Selain wahana-wahana tadi Taman Air Sabda Alam ini juga selalu memberikan kejutan-kejutan pada weekend atau libur hari raya seperti bagi-bagi hadiah serta hiburan-hiburan yang selalu bekerja sama dengan ooreo promotion.
Dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 25.000 dan Rp. 30.000 anda sekeluarga akan mendapatkan liburan yang sangat lengkap, memuaskan bagi seluruh keluarga. Jadi tunggu apalagi ? Segera ke Garut dan kunjungi Taman Air Sabda Alam Garut. Hanya satu jam seperempat perjalanan dari ibu kota Jawa Barat Bandung.

CIC Out Bond



Berwisata bersama keluarga atau orang yang terdekat dengan kita memang merupakan hal yang menyenangkan. Terutama jika tempat yang dikunjungi tersebut terletak di daerah pegunungan yang udaranya sejuk dengan pemandangan yang indah.





Jika Anda menginginkan hal di atas Ciwangun Indah Camp (CIC) adalah suatu tempat yang layak untuk dikunjungi. Sebab sebagai satu di antara objek wisata yang terletak di kaki Gunung Tangkuban Perahu ini, selain menyajikan permainan yang berbau pendidikan, alam yang masih asri pun menjadi nilai lebih untuk dinikmati para pengunjung.



CIC berdiri pada 5 September 2006 dan dibuka secara resmi tanggal 5 September 2007 bertepatan dengan ulang tahun CIC yang pertama. CIC yang tepatnya berlokasi di daerah Ciwangun, Desa Cihanjuang Rahayu, Kec. Parongpong, Kab. Bandung memiliki luas area sekitar 22 hektar.



Di lokasi yang notabene sebagai tempat outbound terbesar di Jawa Barat ini menyajikan beberapa permainan seperti flying fox, v-brige, two line bridge, rock climbing, dan tradisional game.



Sarana pendukung pun sangat lengkap seperti camping area untuk pengunjung yang ingin camping, musolah, bungalow, saung istirahat, dan lahan parkir yang cukup luas. Bagi yang mau berkunjung ke CIC, lokasinya pun cukup mudah ditempuh.



Menurut manager CIC, Eka, tempat outbound ini disediakan untuk masyarakat yang ingin refreshing dan bermain sambil belajar. "Biasanya yang datang ke sini dari penduduk setempat, rombongan dari instansi pemerintah dan perguruan tinggi,” ujarnya.



Untuk objek wisata ada Air Terjun Curug Tilu. Dinamakan Curug Tilu karena ada tingkatan, tilu yang dari bahasa Sunda berarti tiga. Selain itu fasilitas lainnya ada camping ground, camping ground di sini ada beberapa blok. Blok besar dari A-G, ini biasanya digunakan untuk pendidikan dan pelatihan dari mahasiswa.



Juga ada konsep family camp yang berjumlah 25 blok. Selain itu ada fasilitas lainnya, seperti danau. Di daerah danau itu biasanya ada aktivitas air seperti perahu dan juga bisa digunakan untuk permainan paint ball.



Untuk fasilitas penginapan ada sembilan bungalow. Enam bungalow yang fasilitasnya lebih lengkap karena kamar mandi yang berada di dalam. Sedangkan tiga bungalow kamar mandinya berada di luar.



Selain itu, Eka menjelaskan, di CIC ada kebun strawberry di mana konsepnya pengunjung bisa memetik langsung strawberry dari pohonnya. Juga di dekat kebun strawberry itu ada kafe dengan menu tradisional Sunda dan olahan minuman dari strawberry.



Bagi pecinta binatang, di CIC juga menyediakan kebun binatang mini. Di situ ada musang, burung elang, monyet, ayam Polandia, landak, dan kasuari. Jika Anda hobi memancing, disediakan kolam ikan khusus untuk pemancingan karena kolam ikan yang ada dibuat tiga jenis.



Ada kolam ikan yang khusus untuk fun games, kolam ikan untuk dibudidayakan dan kolam ikan yang hanya bisa untuk dilihat saja. Untuk jalur di bawah ini, ada panggung terbuka sama beberapa gazebo yang kecil, saung pertemuan dan kantin. Eka mengatakan, untuk weekend biasanya ada wisata berkuda. Jika ingin berkuda dan mengelilingi area CIC, Anda cukup mengeluarkan uang Rp 60.00/jam.

Cibaduyut

Selasa, 08 Desember 2009




Pusat perbelanjaan sepatu cibaduyut adalah pasar penjualan sepatu terpanjang di dunia, dimana di lokasi tersebut merupakan sentra penjualan sepatu hasil kreasi para pengrajin yang ilmu pembuatannya didapat secara turun menurun, pada tahun 1989 pemerintah R.I meresmikan cibaduyut ini sebagai daerah tujuan wisata. Atas dasar ini Pendiri Toko sepatu Oval memberanikan diri bersaing dengan ratusan kompetitor sejenis untuk berusaha dalam bidang persepatuan. Oval didirikan Oleh Bapak H. Sambas Sulaeman.
Pada Awalnya pendiri hanyalah pedagang kecil yang memiliki kios ukuran 2x3 m di pasar kosambi, namun seiring perkembangan dan jerih payah, Usahanya mulai menampakkan hasil, dan dengan modal pengalaman dan jam terbang di bidang per-sepatuan, pendiri mulai dalam memberanikan diri bersaing di pangsa pasar yang lebih besar, yaitu Cibaduyut.
Setelah Oval berjalan selama 5 tahun, pada tahun 1994, Oval mengalami musibah Kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya, yang mengakibatkan Pendiri mengalami kerugian yang cukup besar, namun dengan semangat dan pantang menyerah dan pemikiran bahwa semuanya akan kembali kepadaNya.
Dengan tekad untuk maju dan berkembang, serta tanggung jawab akan keluarga dan para karyawan yang telah setia dan bekerja keras membangun bisnis ini, setahun kemudian Oval kembali berdiri dengan lebih kokoh, besar dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dari sebelumnya. Tepat pada tahun 1995, Oval mulai kembali beroperasi, dan memiliki cabang di jl. Pasteur, cihampelas, jl. A.Yani, kuningan Ujung pandang, jakarta dan tanggerang, pada saat itu Oval diresmikan oleh walikota bandung, yang pada saat itu dipegang oleh Bapak Ateng Wahyudi.
Mulai saat itu Oval lebih dikenal luas di luar daerah, bahkan sampai keluar pulau jawa, banyak para pengunjung yang berasal dari luar kota bandung, yang komposisi dari para pengunjung adalah 70 % dari luar bandung dan 30% dari kota bandung itu sendiri. Saat ini perkembangan wisata belanja di kota bandung cukup pesat perkembangannya, sehinngga Oval merasa perlu untuk menyikapi kebutuhan dari konsumen itu sendiri, yaitu membuat Factory outlet.
Oval berlokasi di Jl. Cibaduyut 142 Bandung

Talaga Bodas



Talaga dalam bahasa Sunda berarti telaga atau situ, dan 'bodas' berarti putih. Talaga bodas berarti telaga yang putih. Tapi sebenarnya telaga ini adalah kawah di atas puncak Gunung Talaga Bodas bekas letusan berabad-abad lalu. Kalderanya yang beku kemudian digenangi air hingga membentuk telaga. Disebut Telaga Putih karena telaga ini memang didominasi warna putih lantaran kandungan belerangnya cukup tinggi.

Gunung Talaga Bodas sendiri berada di wilayah perbatasan Kabupaten Garut dan Tasikmalaya. Tepatnya di selatan Kecamatan Wanaraja. Kawahnya berada di tengah-tengah hutan hujan tropis yang cukup lebat. Jarak kawah ini dari pusat Kota Garut sekitar 28 km. Umumnya para pengunjung kawah menempuhnya dengan berjalan kaki.

Kawah ini sudah sangat dikenal sejak zaman Belanda. Banyak turis asing mengunjungi kawah ini. Selain melongok kawah yang indah, di kaki Talaga Bodas dulu juga ditemukan perkampungan tradisional di Desa Papandak dengan pola atap rumah mirip rumah gadang di Padang. Pada jaman itu, orang-orang mengunjungi kawah ini umumnya dengan berkuda.

Saking indahnya, Pemerintah Kolonial Belanda menetapkan kawah Talaga Bodas sebagai tujuan wisata andalan. Taman Wisata ini dikukuhkan lewat SK Gubernur Jendral Hindia Belanda tanggal 4 Februari 1924. Pada zaman Belanda pula, belerang di kawah ini ditambang untuk kepentingan medic dan kimia

Dari kawah ini sebenarnya juga terpendam potensi panas bumi. Tak aneh jika sesekali di atas kawah muncul hembusan dan kepulan asap putih. Temperatur gasnya bisa mencapai 85° – 95°C. Potensi panas bumi dari kawah ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk PUP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) seperti sudah dilakukan di Kawah Kamojang dan Darajat.

Bahkan tahun 1990-an sudah pula dibangun instalasi untuk itu. Sayangnya proyek tersebut gagal karena hantaman krisis ekonomi.

Jika pada jaman Belanda kawah ini begitu dikenal, dan dijelaskan begitu detil dalam buku-buku petunjuk perjalanan wisata, kini Talaga Bodas justru semakin pudar ketenarannya. Pamornya kalah oleh kawah Papandayan atau Cipanas, bahkan oleh Situ Cangkuang dan Bagendit. Mungkin suatu saat — jika Pemda telah benar-benar menyadari potensi pariwisata di kawah ini — Talaga Bodas akan kembali menjadi tujuan wisata andalan di wilayah Kabupaten Garut

Candi Cangkuang (Garut)



Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda.
Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Candrasasmita berdasarkan laporan Vorderman (terbit tahun 1893) mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam leluhur Arif Muhammad di Leles. Selain menemukan reruntuhan candi, terdapat pula serpihan pisau serta batu-batu besar yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman megalitikum. Penelitian selanjutnya (tahun 1967 dan 1968) berhasil menggali bangunan makam.
Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujaya dan Cibuaya?), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.
Candi Cangkuang terdapat di sebuah pulau kecil yang bentuknya memanjang dari barat ke timur dengan luas 16,5 ha. Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Cangkuang pada koordinat 106°54'36,79" Bujur Timur dan 7°06'09" Lintang Selatan. Selain pulau yang memiliki candi, di danau ini terdapat pula dua pulau lainnya dengan ukuran yang lebih kecil.
Lokasi danau Cangkuang ini topografinya terdapat pada satu lembah yang subur kira-kira 600-an m l.b.l. yang dikelilingi pegunungan: Gunung Haruman (1.218 m l.b.l.) di sebelah timur - utara, Pasir Kadaleman (681 m l.b.l.) di tenggara, Pasir Gadung (1.841 m l.b.l.) di sebelah selatan, Gunung Guntur (2.849 m l.b.l.) di sebelah barat-selatan, Gunung Malang (1.329 m l.b.l.) di sebelah barat, Gunung Mandalawangi di sebelah selatan-utara, serta Gunung Kaledong (1.249 m l.b.l.) di sebelah timur.
Bangunan Candi Cangkuang yang sekarang dapat kita saksikan merupakan hasil pemugaran yang diresmikan pada tahun 1978. Candi ini berdiri pada sebuah lahan persegi empat yang berukuran 4,7 x 4,7 m dengan tinggi 30 cm. Kaki bangunan yang menyokong pelipit padma, pelipit kumuda, dan pelipit pasagi ukurannya 4,5 x 4,5 m dengan tinggi 1,37 m. Di sisi timur terdapat penampil tempat tangga naik yang panjangnya 1,5 m dan lébar 1,26 m.
Tubuh bangunan candi bentuknya persegi empat 4,22 x 4,22 m dengan tinggi 2,49 m. Di sisi utara terdapat pintu masuk yang berukuran 1,56 m (tinggi) x 0,6 m (lebar). Puncak candi ada dua tingkat: persegi empat berukuran 3,8 x 3,8 m dengan tinggi 1,56 m dan 2,74 x 2,74 m yang tingginya 1,1 m. Di dalamnya terdapat ruangan berukuran 2,18 x 2,24 m yang tingginya 2,55 m. Di dasarnya terdapat cekungan berukuran 0,4 x 0,4 m yang dalamnya 7 m (dibangun ketika pemugaran supaya bangunan menjadi stabil).
Di antara sisa-sisa bangunan candi, ditemukan juga arca (tahun 1800-an) dengan posisi sedang bersila di atas padmasana ganda. Kaki kiri menyilang datar yang alasnya menghadap ke sebelah dalam paha kanan. Kaki kanan menghadap ke bawah beralaskan lapik. Di depan kaki kiri terdapat kepala sapi (nandi) yang telinganya mengarah ke depan. Dengan adanya kepala nandi ini, para ahli menganggap bahwa ini adalah arca Siwa. Kedua tangannya menengadah di atas paha. Pada tubuhnya terdapat penghias perut, penghias dada dan penghias telinga.
Keadaan arca ini sudah rusak, wajahnya datar, bagian tangan hingga kedua pergelangannya telah hilang. Lebar wajah 8 cm, lebar pundak 18 cm, lebar pinggang 9 cm, padmasana 38 cm (tingginya 14 cm), lapik 37 cm & 45 cm (tinggi 6 cm dan 19 cm), tinggi 41 cm.
Candi Cangkuang sebagaimana terlihat sekarang ini, sesungguhnya adalah hasil rekayasa rekonstruksi, sebab bangunan aslinya hanyalah 35%-an. Oleh sebab itu, bentuk bangunan Candi Cangkuang yang sebenarnya belumlah diketahui.
Candi ini berjarak sekitar 3 m di sebelah selatan makam Arif Muhammad.

Ciater (Sari Ater)



Ciater merupakan suatu daerah di Kabupaten Subang yang terkenal dengan air panas alami. Air panas yang dihasilkan berasal dari kawah aktif Tangkuban Perahu. Daerah wisata yang terletak tidak jauh dari wana wisata Tangkuban Perahu ini menyajikan panorama alam yang menakjubkan, air panas alami, udara yang sejuk dan hamparan permadani kebun teh nan hijau yang juga menambah keindahan alamnya. Dengan lingkungan yang disajikan, dapat menjadi suatu tempat yang sangat tepat untuk refreshing dan melepas penat dari segala kesibukan sehari-hari.

Dengan dilengkapi berbagai fasilitas wisata yang lengkap, tidak salah kiranya bila Wisata Sari Ater menjadi salah satu obyek terpopuler di Indonesia. Penginapan, tempat makan, arena bermain, kolam renang dan berbagai fasilitas lainnya tersedia disini.

Tempat wisata air panas ini dapat Anda temui,diantara perbukitan yang berudara cukup dingin dan hamparan perkebunan teh yang indah, menuju Kabupaten Subang dari arah utara Kota Bandung, Nama Ciater cukup populer, selain karena tempat wisata air panasnya juga karena memiliki resort yang indah yang dinamai Sari Ater.

Jarak dari Bandung- Ciater sekitar 25 kilometer, dapat ditempuh selama 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Dari pusat Kota Lembang, cukup ditempuh dengan waktu 20 menit saja. Jalan-jalan yang dilalui juga merupakan arena wisata yang indah seperti observatorium Boscha, bumi perkemahan Cikole Lembang, Gn Tangkuban Parahu, Pusat Susu Murni Lembang, atau juga pusat pengembangan hortikultura.

Di Ciater, pengunjung selain dapat menikmati pemandian air panas, juga bisa bersantai di arena wisata yang cukup luas, serta dapat menikmati pelayanan terapi kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian ternyata air panas Ciater mengandung jenis zat seperti belerang, zat kapur dan beberapa zat lainnya yang sangat baik untuk penyembuhan penyakit kulit dan penyakit tulang.

Ciater dibuka setiap hari untuk umum. Selain kolam-kolam renang air panas yang tersedia, pengunjung dapat memesannya untuk berendam air panas di kamar-kamar. Selain air panas, secara bersamaan pun Anda bisa menikmati pemandian air dingin.